- Syarat Laboratorium yang Baik adalah:
- Ruangan laboratorium harus memiliki sistem ventilasi yang baik. Sehingga proses keluar masuk udara stabil.
- Ruangan laboratorium harus ditata dengan rapi. Seperti bahan kimia dan peralatan percobaan harus ditata dengan rapi supaya memudahkan untuk mencarinya. Bila perlu, berikan denah dan panduan penempatan bahan kimia tersebut.
- Alat keselamatan kerja harus selalu tersedia dan dalam kondisi yang baik. Terutama kotak P3K dan alat pemadam api. Berikan juga lembaran tentang cara penggunaan alat pemadam api dan tata tertib laboratorium.
- Laboratorium harus memiliki jalur evakuasi yang baik. Setidaknya memiliki dua pintu keluar dengan jarak yang cukup jauh.
- Bahan kimia yang berbahaya harus ditempatkan di rak khusus
- Pisahkan dua bahan kimia yang dapat menimbulkan ledakan bila bereaksi.
- Tata Tertib Keselamatan Kerja adalah:
- Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin petugas laboratorium.
- Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
- Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.
- Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia, alat-alat, dan cara pemakaiannya.
- Bertanyalah jika Anda merasa ragu atau tidak mengerti saat melakukan percobaan.
- Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
- Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium.
- Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower, respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.
- Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.
- Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
- Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
- Buanglah sampah pada tempatnya.
- Usahakan untuk tidak sendirian di ruang laboratorium. Supaya bila terjadi kecelakaan dapat dibantu dengan segera.
- Jangan bermain-main di dalam ruangan laboratorium.
- Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.
- Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.
- Di dalam ruang laboratorium harus sudah tersedia seluruh alat keselamatan kerja supaya saat terjadi kecelakaan atau darurat, itu bisa diatasi dengan cepat. Berikut adalah alat-alat keselamatan kerja yang ada di laboratorium. Pastikan semuanya tersedia dan Anda tahu dimana letaknya.
- Pemadam kebakaran
- Eye washer
- Water shower
- Kotak P3K
- Jas Laboratorium
- Peralatan pembersih
- Obat-obatan
- Kapas
- Plaster pembalut
- Simbol Keselamatan Kerja. Gambar dibawah adalah simbol-simbol yang umumnya ada di laboratorium. Simbol ini harus diperhatikan dan dipahami supaya Anda mengetahui bahaya yang ada pada suatu benda atau zat kimia. Berikut adalah lambang dan penjelasan simbol-simbol tersebut.
- Animal hazard adalah bahaya yang berasal dari hewan. Mungkin saja hewan itu beracun karena telah disuntik bermacam-macam zat hasil eksperimen atau dapat menggigit dan mencakar Anda.
- Explosive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah meledak. Jauhkan benda tersebut dari api.
- Radioactive hazard adalah bahaya yang berasal dari benda radioaktif. Benda ini dapat mengeluarkan radiasi dan jika terpapar terlalu lama maka akan menyebabkan kanker.
- Laser radiation hazard adalah bahaya yang berasal dari sinar laser.
- Biohazard adalah bahaya yang berasal dari bahan biologis. Bahan tersebut bisa dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti AIDS. Contohnya adalah tempat pembuangan jarum suntik.
- Fire hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah terbakar. Contohnya adalah kerosin (minyak tanah) dan spiritus.
- Eye & face hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang dapat membuat iritasi pada mata dan wajah. Gunakan masker atau pelindung wajah sebelum menggunakan bahan tersebut.
- Electrical hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang mengeluarkan listrik. Hati-hati dalam menggunakannya supaya tidak tersengat listrik.
- Chemical hazard adalah bahaya yang berasal dari bahan kimia. Bisa saja bahan kimia itu dapat membuat kulit kita gatal dan iritasi.
- Glassware hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang mudah pecah. BIasanya berupa gelas kimia.
- Heat hazard adalah bahaya yang berasal dari benda yang panas. Tangan Anda akan kepanasan jika menyentuh benda tersebut dalam keadaan aktif atau menyala.
- Sharp instrument hazard adalah bahaya yang berasal dari benda-benda yang tajam. Benda itu jika tidak digunakan dengan benar maka dapat melukai Anda.
- Cara Memindahkan Bahan Kimia sebagai berikut:
- Sebelum memindahkan bahan kimia, hal yang harus dilakukan adalah mengetahui segala informasi tentang bahan kimia yang akan digunakan. Seperti cara membawa, bahaya yang ditimbulkan, dll.
- Pindahkanlah sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan. Bila ada sisa bahan kimia, jangan dikembalikan ke tempatnya semula karena dapat menyebabkan kontaminasi pada bahan kimia.
- Untuk memindahkan bahan kimia yang berwujud cair, pindahkan dengan menggunakan batang pengaduk atau pipet tetes. Hindari percikan karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Jangan menaruh tutup botol diatas meja supaya tutup botol tidak kotor oleh kotoran di atas meja.
- Untuk memindahkan bahan kimia yang berwujud padat, gunakan sendok atau alat lain yang tidak terbuat dari logam. Hindari menggunakan satu sendok untuk mengambil beberapa jenis zat kimia supaya terhindar dari kontaminasi.
- Pembuangan Limbah sebagai berikut:
- Seperti yang kita ketahui bahwa limbah dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu, kita perlu menangani limbah tersebut dengan tepat. Untuk limbah kimia hendaknya dibuang di tempat khusus karena beberapa jenis zat kimia sangat berbahaya bagi lingkungan. Buang segera limbah sehabis melakukan percobaan. Sementara limbah lainnya seperti kertas, korek api, dan lainnya dibuang di tempat sampah. Sebaiknya pisahkan limbah organik dan nonorganik supaya pengolahan sampahnya lebih mudah.
- Penanganan Kecelakaan sebagai berikut:
- Kecelakaan saat kerja biasa terjadi walaupun kita telah bekerja dengan hati-hati. Hal yang paling utama adalah jangan panik dan ikuti prosedur penanganan kecelakaan yang baik dan benar. Cari bantuan petugas laboratorium untuk membantu Anda. Bila perlu, panggil petugas medis atau pemadam kebakaran.
- Bila terkena bahan kimia, bersihkan bagian kulit yang terkena bahan kimia sampai bersih. Kulit yang terkena jangan digaruk supaya tidak menyebar. Bawa keluar korban dari laboratorium supaya mendapatkan oksigen. Bila kondisi cukup parah, panggil petugas kesehatan secepatnya.
- Bila terjadi kebakaran karena bahan kimia atau korsleting listrik, segera bunyikan alarm tanda bahaya. Jangan langsung disiram dengan air. Gunakan hidran untuk memadamkan api. Hindari menghirup asap. Bila kebakaran meluas, segera panggil petugas pemadam kebakaran.
Thursday, August 20, 2015
Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium
Pengertian, Langkah-langkah, dan Ciri-ciri Metode Ilmiah
Metode
ilmiah adalah suatu
cara yang sistematis yang digunakan oleh ilmuwan untuk memecahkan
masalah-masalah yang dihadapi.
Robert Boyle
adalah seorang ilmuwan Inggris yang menemukan Metode Ilmiah pada abad ke-17.
- Merumuskan Masalah
- Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya. Permusan masalah adalah sebuah keharusan.
- Membuat Hipotesis
- Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabantu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
- Melakukan Percobaan
- Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian. Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
- Merumuskan Kesimpulan
- Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.
Ciri-ciri Metode Ilmiah adalah perumusan masalah
jelas, spesifik, dan terfokus, Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan
diukur secara empiris, Jawaban permasalahan didasarkan pada data hasil
percobaan atau pengamatan, Proses pengumpulan dan analisis data serta
pengambilan keputusan berdasarkan kepada logika yang benar, Kesimpulan
berdasarkan hasil analisis dan percobaan (termasuk pengkomunikasian), dan Hasil
kesimpulan siap atau terbuka untuk (diuji kembali oleh orang lain dan direvisi,
diuji lagi, direvisi lagi, dan seterusnya).
Friday, March 7, 2014
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi dalam Bidang Sosial Budaya, Ekonomi, Politik, dan IPTEK
Dampak Positif dan Negatif Globalisasi
Bidang Sosial Budaya
Dampak Positif :
Dampak Positif :
- Menjunjung tinggi pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM).
- Mengadakan pertukaran pelajar antar negara.
- Adanya rasa solidaritas sosial yang tinggi antarbangsa di berbagai negara.
- Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran.
- Memacu untuk meningkatkan kualitas diri.
Dampak Negatif :
- Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD atau DVD.
- Rasa kekeluargaan yang akan berkurang dengan adanya jiwa individualis.
- Kesenjangan sosial semakin tajam.
- Budaya-budaya tradisional kita akan tergeser oleh budaya negara lain.
- Erosi nilai-nilai budaya.
- Terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.
- Mempercepat perubahan pola kehidupan bangsa.
- Membuat sikap menutup diri dan berpikir sempit.
- Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat.
- Lenyapnya identitas kultural nasional dan lokal.
- Kehilangan arah sebagai bangsa yang memiliki jati diri.
- Hilangnya semangat nasionalisme dan patriotisme.
- Cenderung pragmatisme dan maunya serba instant.
Bidang Ekonomi
Dampak
Positif :
- Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
- Terjadinya industrialisasi.
- Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
- Makin terbukanya pasar Internasional bagi hasil produksi dalam negeri.
- Dapat meningkatkan kesempatan kerja dan devisa negara.
- Mendorong kita untuk meningkatkan kualitas produk yang tinggi.
- Produksi global dapat ditingkatkan.
- Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.
- Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
- Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
- Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.
Dampak Negatif :
- Arus masuk perdagangan luar negeri menyebakan defisit perdagangan nasional.
- Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
- Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa.
- Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
- Menghambat pertumbuhan sektor industri.
- Memperburuk neraca pembayaran.
- Sektor keuangan semakin tidak stabil.
- Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Bidang
Politik
Dampak Positif :
Dampak Positif :
- Memberikan dorongan yang besar bagi konsolidasi demokrasi di banyak negara.
- Meningkatnya hubungan diplomatik antar negara.
- Kerjasama antar negara jadi lebih cepat dan mudah.
- Menegakan nilai-nilai demokrasi.
- Memperluas dan meningkatkan hubungan dan kerja sama Internasional.
- Partisipasi aktif dalam percaturan politik untuk menuju perdamaian dunia.
Dampak Negatif :
- Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan.
- Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi.
- Timbulnya gelombang demokratisasi (Dambaan akan kebebasan).
- Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
- Semakin meningkatnya nilai-nilai politik individu, kelompok, oposisi, diktator mayoritas atau tirani minoritas.
- Timbulnya fanatisme rasial, etnis, dan agama dalam forum & organisasi.
- Timbulnya unjuk rasa yang semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum.
- Adanya konspirasi internasional, yaitu pertentangan kekuasaan dan percaturan politik
- Internasional selalu mengarah kepada persekongkolan.
- Lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, musyawarah mufakat, dan gotong royong.
Bidang IPTEK
Dampak Positif :
- Teknologi yang mengglobal membuat seluruh dunia bisa saling berhubungan satu sama lain.
- Globalisasi membuat semua orang selalu update mengenai perkembangan dunia.
- Semua orang dapat berpergian kemanapun yang ia mau.
- Pekerjaan menjadi semakin mudah dengan adanya teknologi yang sudah mengglobal.
- Globalisasi di bidang teknologi memicu meluasnya lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Dampak Negatif :
- Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris.
- Penyalahgunaan informasi dan situs untuk tujuan yang tidak baik.
- Menurunnya moral bangsa akibat semakin mudahnya membuka situs yang tidak layak.
- Semakin mudahnya komputer terserang virus akibat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
- Kerahasiaan alat tes kedokteran semakin terancam akibat semakin mudahnya kita memperoleh dari internet.
Wednesday, October 30, 2013
Istilah-istilah Dalam Genetika
Kromosom= Benang-benang halus di dalam inti sel sebagai pembawa sifat keturunan yang diwariskan dari induk pada keturunannya.
Gen= Substansi hereditas di dalam kromosom yang menentukan sifat suatu keturunan.
DNA (Deoxyribonucleid Acid)= Senyawa kimia terpenting yang membawa keterangan genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Alel= Anggota dari pasangan gen yang mengatur bagian sifat yang sama dan saling berhubungan. Disimbolkan dengan huruf yang sama, misalnya BB, Bb, bb.
Fenotip= Sifat yang tampak dari luar atau sifat yang dapat diamati oleh alat indera. Fenotip merupakan perpaduan antara genotip dengan faktor lingkungan, misalnya merah, putih, lurus, keriting, tinggi, pendek, dan lain-lain.
Genotip= Sifat yang tidak teramati karena berada di dalam gen dan bersifat tetap, biasanya ditulis dengan simbol pasangan huruf MM, Mm, Bb, BB, dan sebagainya.
Dominan= Faktor yang pengaruhnya lebih kuat dari faktor lain, jika berada bersama-sama. Sifat yang muncul pada keturunan, bersifat menutupi sifat lain, dan dilambangkan dengan huruf besar dan diambil huruf pertama sifat tersebut, misalnya warna merah (M) akan menutup warna putih (m).
Resesif= Sifat yang tidak muncul pada keturunan karena sifatnya ditutupi sifat lain, jika keduanya berada bersama-sama. Dilambangkan dengan huruf kecil, misalnya putih (m) akan tertutup warna merah (M).
Intermediet= Dua faktor yang berada bersama-sama memiliki pengaruh yang sama kuat, misalnya persilangan antara bunga merah dengan bunga putih akan menghasilkan bunga merah muda.
Homozigot= Persilangan alel yang terdiri atas dua gen yang sama, misalnya AA, MM, BB, mm, dan bb.
Heterozigot= Pasangan alel yang tidak sama, misalnya Mm, Bb, Kk, dan lain-lain.
Monohibrid= Perkawinan dua individu yang memiliki satu sifat yang berbeda.
Dihibrid= Perkawinan dua individu yang memiliki dua sifat berbeda.
Trihibrid= Perkawinan dua individu yang memiliki tiga sifat yang berbeda.
Polihibrid= Perkawinan dua individu yang memiliki banyak sifat yang berbeda.
Autosom= Kromosom yang menyusun tubuh suatu individu, disingkat A.
Back Cross= Penyilangan suatu individu dengan salah satu induk yang bergenotip homozigot, baik resesih maupun dominan.
Carrier= Individu pembawa sifat.
Epistasis= Gen yang menutupi ekspresi gen yang lainnya.
Filius= Dalam ilmu genetika disingkat F, yang berarti keturunan
Nondisjunction= Peristiwa di mana pasangan kromosom homolog tidak berpisah pada saat meiosis, menyebabkan kelainan kelainan sifat pada individu pembuahan gamet.
Galur Murni= Individu yang memiliki sifat-sifat sama dengan induknya, karena hasil perkawinan sendiri yang berlangsung terus menerus sampai beberapa generasi.
Gen Letal= Gen yang dalam keadaan homozigotik dapat menyebabkan kematian invidu yang dimilikinya.
Heterogametik= Penentuan jenis kelamin berdasarkan susunan gamet yang berbeda.
Homogametik= Penentuan jenis kelamin berdasarkan susunan gamet yang sama.
Kriptomeri= Gen dominan yang seolah-olah tersembunyi yang disembunyikan oleh gen dominan lainnya.
Kromosom Seks= Susunan kromosom yang menentukan jenis kelamin individu.
Lokus= Tempat gen ditemukan dalam kromosom.
Mozaik= Sel-sel yang bersusunan genetis yang sama tetapi ekspresinya berbeda, berhubungan dengan perbedaan keaktivan gen-gen pada saat terjadi embriogenesis.
Mutan= Embrio yang mengalami mutasi.
Pedigree= Catatan asal usul suatu sifat dari generasi ke generasi.
Plasmid= Moleul DNA yang beruntai rangkap dan berkembangbiak secara bebas lepas dari kromosom induk.
Plasmid Rekombinan= Plasmid yang disambungkan.
Polimeri= Pembastaran heterozigot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi mempengaruhi bagian-bagian yang sama pada suatu organisme.
Parental (Induk)= Biasanya disimbolkan P dipakai dalam persilangan untuk menentukan genotip dan fenotip hasil persilangan atau keturunan dari mahluk hidup.
Diploid= Sel yang memiliki kromosom dalam keadaan berpasangan atau sel yang memiliki dua set atau dua perangkat kromosom.
Haploid= Sel yang memiliki kromosom tunggal atau satu.
Zigot= Sel hasil penggabungan dua gamet, juga individu yang berkembang dari sel tersebut.
Gamet= Sel reproduksi jantan maupun betina yang telah masak (sperma dan sel telur).
Uji Sialng (Test Cross)= Persilangan antara suatu genotipe dengan homozigot resesif.
Filial (Keturunan)= Keturunan pertama disebut anak (F1) dan Keturunan kedua disebut cucu (F2).
Fertilisasi= Proses penyatuan atau peleburan sel telur (ovum) dengan inti sel spermatozoa untuk membentuk mahluk hidup baru yang disebut dengan zigot.
Saturday, October 12, 2013
Kehidupan Setelah Hari Akhir
Sebagai orang beriman,
kita tidak perlu ragu tentang adanya hari akhir. Selain itu, kita juga harus
percaya adanya kehidupan setelah mati, yakni kehidupan di hari akhir. Di
kehidupan hari akhir, manusia akan mengalami bebrapa peristiwa, di antaranya
sebagai berikut.
1. Yaumul-Barzakh
(Alam Kubur)
Yaumul-Barzakh adalah batas antara alam
dunia dan alam akhirat. Alam barzakh juga disebut alam kubur. Di alam barzakh,
manusia sudah merasakan balasan amal baik dan buruk yang dilakukan selama hidup
di dunia.
Orang yang selama hidup di dunia
melakukan kejahatan akan merasakan balasannya, yakni sikasa kubur. Sebaliknya,
orang yang di kala hidupnya berbuat kebaikan, ia akan memperoleh balasan kebaikan
pula berupa nkmat kubur.
Manusia berada di alam kubur sejak
kematiannya sampai datanya Yaumul-Ba’as (hari kebangkitan). Allah Swt.
berfirman dalam Surah Al Mu’minun Ayat 100.
2. Yaumul
Yaumul-Ba’as
Yaumul-Ba’as adalah hari kebangkitan,
yakni hari dibangkitkannya kembali seluruh umat manusia dari alam kubur.
Bangkitnya manusia tersebut ditandai den gan tiupan sasangkala yang kedua oleh
Malaikat Israfil. Allah Swt. berfirman dalam Surah al-Hajj Ayat 7.
3. Yaumul-Mahsyar
Arti mahsyar adalah tempat berkumpul.
Yaumul-Mahsyar adalah hari di mana manusia digiring dan dikumpulkan di suatu
tempat setelah dibangkitkan dari alam kubur. Allah Swt. berfirman dalam Surah
al-Kahf Ayat 47.
Di Padang Mahsyar, masing-masing orang
sibuk dengan dirinya sendiri. Mereka tidak dapat lagi saling menolong satu sama
lain. Masing-masing harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan Allah.
Misalnya, seorang bapak tidak lagi
menolong anaknya. Begitu pula sebaliknya, seorang anak tidak dapat menolong
bapak/ibunya. Allah Swt. berfirman dalam Surah al-Mumtahanan Ayat 3.
4. Yaumul-Mizan
Arti mizan adalah timbangan.
Yaumul-Mizan adalah hari penimbangan amal baik dan amal buruk yang dilakukan
oleh manusia selama hidup di dunia.
Seluruh perbuatan manusia akan
diperhitungkan secara rinci, antara yang baik dan yang buruk. Amal-amal itu
kemudian diletakkan di atas timbangan untuk diketahui, manakah yang lebih
banyak dan lebih berat anatara keduanya. Bagi yang amal baiknya lebih berat,
imbalannya adalah kenikmatan di surga. Sebaliknya, bagi yang lebih berat amal
buruknya, balasannya adalah siksa neraka. Allah Swt. berfirman dalam Surah
al-Qori’ah Ayat 6-9.
Dalam penimbangan amal baik dan amal
buruk manusia itu, Allah Swt. senantiasa berlaku adil. Tidak ada yang luput
dari timbangan Allah meskipun amal perbuatan itu adalah sesuatu yang sangat
remeh atau kecil. Semuanya, seperti yang pernah dilakukan manusia sewaktu di
dunia, tidak kurang dan tidak lebih.
5. Yaumul-Hisab
Yaumul-Hisab berarti hari penghitungan
amal baik dan buruk yang dilakukam manusia selama hidupnya. Orang yang berbuat
kebaikan akan dibalas dengan kenikmatan. Sebaliknya, orang yang berbuat
kejahatan akan dibalas dengan siksaan. Tidak ada sedikit pun yang dirugikan
dalam perhitungan amal manusia di hadapan Allah Swt. sehubungan dengan hal
tersebut, Allah Swt. berfirman dalam Surah al-Mu’min Ayat 17.
Tidak ada suatu perbuatan yang dapat
disembunyikan dari kekuasaan Allah. Semua amal perbuatan tercatat dengan baik,
sejak Nabi Adam a.s sampai manusia terakhir di akhir zaman. Mulut emanusia
tidak dapat lagi berkata bohong dan seluruh anggota badan yang lain menjadi
saksi atas apa yang telah diperbuat oleh manusia.
6. Yaumul-Jaza
Hari pembalasan seluruh amal perbuatan manusia
.Balasan yang akan di berikan Allah SWT sangat tergantung pada jenis amal yang
telah di lakukan selama hidup di dunia.Jika amalnya baik,maka balasannnya
berupa pahala dan surga,Sedangkan jika amalnya buruk,maka balasannya adalah
siksa neraka. Terkandung dalam surah Ghafar Ayat 17.
Tanda-tanda Waqaf
1. Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu
berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm
(sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan
lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab,
namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya;
2. tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
3. tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di
sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
4. tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti;
5. tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas,
menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak
berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah
makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam
kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad;
6. tanda sad-lam-ya' ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari "Al-wasl Awlaa" yang bermakna
"wasal atau meneruskan bacaan adalah
lebih baik", maka dari itu meneruskan bacaan
tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik;
7. tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari "Qeela alayhil waqf" yang
bermakna "telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya",
maka dari itu lebih baik
meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan;
8. tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari "Qad yoosalu" yang bermakna
"kadang kala boleh diwasalkan", maka
dari itu lebih baik berhenti walau
kadang kala boleh diwasalkan;
9. tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda
tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya
tanpa berhenti;
10. tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca
haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan;
11. tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas;
12. tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud "Jangan berhenti!". Tanda ini muncul kadang-kala pada
penghujung mahupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka
tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca
tersebut boleh berhenti atau tidak;
13. tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari "Kathaalik" yang bermakna
"serupa". Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf
yang sebelumnya muncul;
14. tanda bertitik tiga ( ... ...) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf
Ta'anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja
dan cara membacanya adalah harus
berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada
tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.
Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Jepang yang Dipimpin Oleh Tengku Abdul Djalil
Saat Jepang mulai mengobarkan perang untuk mengusir
kolonialis Eropa dari Asia, tokoh-tokoh pejuang Aceh mengirim utusan ke
pemimpin perang Jepang untuk membantu usaha mengusir Belanda dari Aceh.
Negosiasi dimulai pada tahun 1940. Setelah beberapa rencana pendaratan
dibatalkan, akhirnya pada 9 Februari 1942 kekuatan militer Jepang mendarat di
wilayah Ujong Batee, Aceh Besar. Kedatangan mereka disambut oleh tokoh-tokoh
pejuang Aceh dan masyarakat umum. Masuknya Jepang ke Aceh membuat Belanda
terusir secara permanen dari tanah Aceh. Awalnya Jepang bersikap baik dan
hormat kepada masyarakat dan tokoh-tokoh Aceh, dan menghormati kepercayaan dan
adat istiadat Aceh yang bernafaskan Islam. Rakyat pun tidak segan untuk
membantu dan ikut serta dalam program-program pembangunan Jepang. Namun ketika
keadaan sudah membaik, pelecehan terhadap masyarakat Aceh khususnya kaum
perempuan mulai dilakukan oleh personel tentara Jepang. Rakyat Aceh yang
beragama Islam pun mulai diperintahkan untuk membungkuk ke arah matahari terbit
di waktu pagi, sebuah perilaku yang sangat bertentangan dengan akidah Islam.
Karena itu pecahlah perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang di seluruh daerah
Aceh.
Perlawanan rakyat Aceh terhadap pemerintah
pendudukan militer Jepang di pimpin oleh Tengku Abdul Djalil. Ia seorang guru
mengaji di Cot Pileng, yang tidak mau tunduk dan patuh pada Jepang. Pihak
Jepang berusaha membujuknya agar berdamai tetapi usaha Jepang ditolak.
Akhirnya, pada 10 November 1942, tentara Jepang menyerbu Cot Pileng. Saat
serbuan Jepang ketika itu, rakyat sedang melaksanakan ibadah shalat subuh.
Dengan berbebakal persenjataan: Pedang, Kelewang, dan Rencong. Rakyat dapat
memukul mundur pasukan Jepang Lhokseumawe. Serangan kedua Jepang juga berhasil
dipukul mundur. Barulah pada serangan ketiga Jepang berhasil menguasai Cot
Pileng. Tengku Abdul Djalil dapat meloloskan diri, namun akhirnya gugur
tertembak saat melakukan shalat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
